Hi-Tech Student Day 2012

Hi-Tech Student Day 2012
Foto bersama Kakak-Kakak Pramuka Unpad dengan Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia usai upacara peringatan HUT RI ke-68 pada Sabtu (17/8/2013) di Kampus Unpad Dipatiukur, Bandung

Jumat, 28 Juni 2013

UN Masih Perlukah dilaksanakan?

Tampak gedung SMAN 1 Jatinangor, Kabupaten Sumedang masih dalam tahap pembangunan dan belum adanya sarana laboratorium yang memadai pada Selasa (28/5) di Jalan Raya Bandung-Sumedang
FOTO: Deden Rochman Saputro

JATINANGOR, WARTA BIRU – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat telah usai dan pengumuman hasil kelulusannya pun sudah ada pada Jumat (24/5) melalui pos ke rumah siswa masing-masing seperti yang dilakukan SMAN 1 Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Namun, apakah penyelenggaraan UN itu sudah tepat sebagai media kelulusan para siswa dan dana yang dikeluarkan sudah sesuai dalam mencapai kualitas pendidikan yang ingin dicapai pemerintah?
Ujian Nasional masih menjadi buah bibir yang hangat diperbincangkan di ranah pendidikan setiap menjelang kelulusan. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman mengatakan UN sebagai media evaluasi dan media standarisasi masih diperulukan namun bila sebagai instrumen menentukan kelulusan para siswa, UN tidak diperlukan.
“Menurut hemat saya, UN bukan menjadi indikator kelulusan. UN hanya menjadi indikator untuk memotret dan mengevaluasi progress pendidikan secara nasional dan untuk kelulusan sebaiknya seratus persen diserahkan ke sekolah. Bila UN sebagai media evaluasi dan media standarisasi, saya kira dibutuhkan. Tapi sebagai instrumen menentukan kelulusan, saya kira UN tidak dibutuhkan. Biarkan guru, biarkan sekolah yang menentukan kelulusan karena mereka lebih tahu. Kalau untuk evaluasi standar kelulusan nasional, saya kira sah-sah saja”, ungkap Herman.
Herman lanjut menjelaskan, dengan sistem pendidikan yang ada saat ini lebih menitikberatkan pada sisi knowledge (pengetahuan) atau intelektual (kognitif). Padahal seharusnya pendidikan itu bisa mengkombinasikan antara knowledge (pengetahuan), attitude (sikap), dan skill (kemampuan). Ketiga hal tersebut harus bisa beringingan supaya para siswa setelah lulus bisa mengaplikasikan ilmunya untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih baik.
Berbeda dengan Herman, menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Jatinangor, Maman Rahmana mengungkapkan lebih baik dana penyelenggaraan UN dimanfaatkan untuk pembangunan dan pengembangan sarana-prasarana sekolah, seperti laboratorium. Menurutnya, sarana dan prasarana sekolah-sekolah di daerah masih kurang termasuk di SMAN 1 Jatinangor justru belum ada laboratorium yang memadai. Maman juga beranggapan pelaksanaan UN seperti menghambur-hamburkan uang negara dan dilihat kurang tepat sasaran penggunaan uang negara untuk pendidikan di Indonesia.
“Terus terang kami berharap kepada pemerintah, lebih baik uang UN itu diberikan untuk bantuan sekolah. Misalnya kan untuk sarana dan prasarana sekolah yang kurang, seperti laboratoriumnya tidak ada. Kenapa tidak begitu saja dengan uang UN yang milayaran atau bahkan triliyunan. Mendingan manfaatkan uang UN itu untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Kalau dilihat pelaksanaan UN ini seperti menghambur-hamburkan uang negara karena honor untuk tim independen, untuk satu orang pengawas itu di atas Rp 1 juta selama 3 hari. Sekarang ada berapa ribu yang jadi pengawas UN? Padahal hanya melihat-melihat pelaksanaan UN. Makanya, uang UN itu untuk pembangunan sarana-prasarana sekolah khususnya sekolah-sekolah di daerah”, ungkapnya.
                “Kan kadang-kadang di daerah-daerah suka ditemui sekolah yang mau runtuh, sekolah udah mau ambruk, ada yang tidak pakai alas/ lantai. Sekolah itu harus sama lah minimal fasilitasnya, seperti laboratoriumnya dilengkapi semua dan sarana gedung olah raga. Di SMAN 1 Jatinangor belum ada gedung khusus olah raga atau lapangan terbuka. Kalau saja diberi Rp 1 milyar, kami bisa membangun lapangan terbuka yang luas dan gedung serbaguna untuk pentas seni dan olah raga”, ujar Maman kembali.
Maman menambahkan pelaksanaan UN boleh berjalan tapi jangan jadi tolak ukur kelulusan siswa. “Serahkan saja pada sekolah, nah nanti sekolah saja yang mengkonversi nilai siswanya sendiri. Karena begini ya, misalnya ada anak-anak yang kelakuannya tidak bagus, sikapnya tidak bagus tapi ketika UN tiba-tiba nilainya bagus dan dia lulus. Sedangkan yang juara olimpiade malah tidak lulus, kan aneh sebetulnya”, ucapnya.
Tahun ini, ada 253 siswa yang mengikuti UN dari SMAN 1 Jatinangor dan para siswanya lulus semua dengan nilai rata-rata 7,00. “Kalau tahun lalu kan nilainya besar-besar tapi tahun sekarang kan tidak. Ya alhamdulillah lah tahun ini lulus semua dengan rata-rata 7,00 untuk tahun ini. Tahun lalu kan banyak ada yang dapat 9,00 bahkan 10,00 tiap mata pelajarannya tapi tahun sekarang kan tidak karena beda lah sistem tahun lalu sama tahun ini. Nilai paling jelek 6,00 dan paling besar 9,00. Yang paling bagus rata-ratanya dari IPS itu sekitar 8,00 sama halnya dengan IPA”, kata Maman.
Berbeda dengan pengumuman kelulusan tahun sebelumnya, pada tahun ini pengumuman hasil kelulusan UN SMA sederajat melalui pos. Hal itu juga dilakukan di SMAN 1 Jatinangor. Maman mengatakan pihak SMAN 1 Jatinangor khawatir bila pengumuman kelulusan UN secara langsung di sekolah akan ada aksi coret-coret apalagi kebut-kebutan di jalan. Maka untuk menghindari hal tersebut, para siswa disuruh menulis alamat rumah mereka. Kemudian, pihak sekolah mengirimkan hasil kelulusan ke rumah siswa masing-masing.
“Pengiriman hasil kelulusan melalui pos dengan perangko kilat supaya segera sampai ke rumah para siswa. Ya sampai di rumah siswa sekitar pukul 1-2 siang. Kecuali bagi rumah siswa yang jauh. Karena dikirim Jumat, kalau tidak keburu karena Sabtu-Minggu libur, kemungkinan Senin baru sampai”, tambah Maman.
Pelaksanaan UN tahun ini di SMAN 1 Jatinangor berjalan dengan tertib dan aman. Dalam pendistribusian soal UN, soal ujian diambil sekitar pukul 4-5 pagi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang yang dikawal polisi sampai ke sekolah pukul 6:30-7 pagi selama 3 hari pelaksanaan UN. (DRS)

Selasa, 21 Mei 2013

Alvin Adam Perkenalkan Jurnalisme Rasa


Sesi tanya-jawab dalam diskusi ‘Jurnalisme Rasa bersama Alvin Adam’ pada Selasa (14/5) di Ruang Oemi, Fikom Unpad, Jatinangor, Sumedang
FOTO: Deden Rochman Saputro
JATINANGOR, WARTA BIRU – Alvin Adam, pembawa acara salah satu talkshow di televsi swasta nasional berdiskusi dengan para mahasiswa Fikom Unpad mengenai jurnalisme rasa pada Selasa (14/5) di Ruang Oemi Fikom Unpad. Banyak orang yang belum tahu tentang istilah itu karena memang istilah itu diciptakan oleh Alvin sendiri. Menurutnya, jurnalisme rasa itu menggunakan rasa empati dan pendekatan dengan hati.
“Buat talkshow atau program jurnalistik itu dengan jurnalisme rasa. Jurnalisme yang pakai empati dan juga pendekatan dengan hati”, kata Alvin. Dia juga mengungkapkan dalam bidang apapun, jurnalisme rasa bisa diaplikasikan dan dijadikan sesuatu hal yang bisa memberikan pendekatan secara berbeda dan lebih dekat.
Salah satu mahasiswa yang hadir dalam diskusi itu, Indra (20) mengatakan jurnalisme rasa menjadi hal penting dan diperlukan dalam kegiatan jurnalistik. “jurnalisme rasa itu penting. Jurnalisme rasa diperlukan saat wawancara, khususnya untuk pihak terwawancara harus merasa nyaman saat diwawancara”, ucap Indra.
Selain menyampaikan jurnalisme rasa itu sebagai pendekatan dengan hati dan rasa empati, Alvin juga menuturkan kalau entertainment news itu juga punya value (nilai). “entertainment news juga punya value dengan jurnalisme rasa”, tambahnya.
Tidak adanya audiens dalam tayangan Just Alvin karena tidak ada a touchment antara audiens dengan narasumber. Justru yang ingin dimunculkan dalam tayangan itu adalah indepth (kedalaman) informasi untuk menggali informasi lebih dalam dan ekslusif.
Menurut Alvin, Just Alvin menyuguhkan friendship (pertemanan) yang membuat kenyamanan dengan adanya untold story. “Untold story itu yang belum dishare. Kedua, keluar apa adanya saat dia benar-benar merasa nyaman. Kalau orang tidak nyaman, maka tidak mau cerita banyak dan percaya sama orang lain untuk menceritakan rahasianya. Jangan membuka rahasia orang, itu penting tidak? Kecuali di situ ada kepentingan baru kita buka, kalau tidak ada, ya tidak apa-apa dan untuk apa?”, tegasnya.
Prof Deddy Mulyana, Dekan Fikom Unpad mengungkapkan diskusi mengenai jurnalisme rasa ini bertujuan untuk menjembatani antara teori komunikasi dengan praktek komunikasi khususnya melalui tayangan program Just Alvin. Prof Deddy berpandangan walaupun Alvin Adam bukan lulusan komunikasi, namun dia adalah praktisi komunikasi di bidang program televisi entertainment yang menggunakan jurnalisme rasa yakni jurnalisme yang menggunakan empati.
“Bila kita sebagai manusia mampu menyikapi pemaknaan yang ada di alam seperti burung-burung terbang dan mencari makan, kita akan mampu menangisinya sebagai ciptaan Sang Maha Kuasa. Itulah kita menggunakan ‘rasa’ kita dengan empati terhadap pencipataan-Nya. Begitu pula dengan jurnalisme dan ilmu komunikasi”, tutur Dekan Fikom Unpad.
Herlina Agustin selaku Ketua Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad bertindak sebagai moderator. Dia pun mengungkapkan acara Just Alvin yang ditayangkan di Metro TV adalah acara talkshow yang banyak berkaitan dengan entertainment atau disebut dunia showbiz. Tapi yang diangkat adalah mengenai orang-orang di dunia showbiz untuk bisa menyampaikan pendapatnya. Lalu dia memberikan pandangan mengenai untold story yang ada pada tayangan Just Alvin.
“Untold story itu bukan masalah pribadi. Bagi saya, masalah pribadi yang diungkapkan kepada banyak orang tidak ada manfaatnya untuk orang lain. Tapi kalau di dalamnya masalah publik, itu ada sesuatu. Karena itu untuk program Just Alvin segmentasinya untuk orang-orang yang menyukai masalah privat. Bagaimana menyelesaikan masalah privat bukan sekedar mengungkapkan masalah privat”, ungkap Herlina.
Selain itu pula, saat ditanya mengenai acara Just Alvin bukan masuk ke produk jurnalistik, Herlina pun berpandangan acara tersebut mempunyai kepentingan lain. “Loyalitas warga adalah kewajiban jurnalis. Mungkin ini merupakan jurnalis yang menyelesaikan masalah pribadi. Jurnalis yang benar-benar mengangkat masalah-masalah publik bukan sekedar masalah pribadi tapi bisa menyelesaikan masalah sosial”, ujarnya. (DRS)
Penyerahan buku dan plakat oleh Prof Deddy Mulyana didampingi Aceng Abdullah, M.Si selaku PD 3 Fikom Unpad kepada Alvin Adam di sesi akhir diskusi ‘Jurnalisme Rasa’ 
FOTO: Deden Rochman Saputro

Senin, 29 April 2013

Laporan Bagaimana Jurnalis Menggunakan Media Sosial Untuk Menunjang Profesinya


Perkembangan tekonologi informasi dan komunikasi menuntut seseorang yang berada dalam era globalisasi untuk ikut terjun dalam arus perkembangannya. Hal ini seakan-akan menjadi wajar dan patut dicermati oleh semua kalangan masyarakat untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, salah satunya melalui media sosial. Berjamurnya media sosial saat ini menimbulkan efek “ketagihan” bahkan “keranjingan” akan situs media sosial, seperti facebook dan twitter. Dua media sosial tadi barangkali Anda sudah memilikinya bahkan aktif berselancar di dunia maya melalui akun media sosial tersebut.
Banyak kelebihan ataupun kekurangan yang ditimbulkan dari media sosial tersebut. Kelebihan yang kita bisa rasakan adalah bisa bersosialisasi dan berinteraksi tanpa lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Tentu saja kemudahan berkomunikasi ini jadi lebih mudah dan tergolong murah tanpa harus banyak mengeluarkan uang. Selain itu pula, kemudahan berkomunikasi atau sekedar berbagi informasi bisa dilakukan kapanpun dan di manapun kita berada. Namun ada saja kekurangan dari media sosial tersebut, di antaranya kita bisa lupa waktu, menjadi orang yang tiba-tiba individualis, dan sebagainya. Ada istilah yang menyebutkan kalau internet khususnya media sosial itu “menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh”.
Media sosial kini tidak hanya digunakan oleh individu saja, melainkan juga digunakan oleh beberapa instansi ataupun kelompok yang terdiri dari individu-individu. Awal mula media sosial diciptakan memang untuk memudahkan interaksi manusia di dunia maya dan saling berbagi informasi. Hal inilah yang juga dipandang oleh beberapa instansi untuk mempunyai akun media sosial seperti twitter. Pengguna twitter di Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-3 terbesar di dunia. Hal ini wajar saja dengan banyaknya para remaja atau anak muda yang menggunakan media sosial ini. Bahkan instansi atau lembaga pemberitaan, seperti stasiun televisi, radio, atau media cetak pun turut ikut dalam perkembangan media sosial twitter. Tujuannya tak bukan tak lain untuk menggaet segmentasi mereka melalui dunia maya.
Untuk menunjang keterlibatan instansi atau lembaga pemberitaan di ranah media sosial, maka tak heran kalau wartawan atau jurnalis dari lembaga berita tersebut turut serta di media sosial. Apalagi perkembangan twitter di Indonesia sudah dipandang sebagai salah satu sarana berkomunikasi dan saling berbagi informasi yang mudah, murah, cepat, dan bisa berkali-kali.
Kali ini, saya akan menganalisis tentang penggunaan media sosial khususnya twitter milik seorang presenter berita televisi swasta nasional. Dia tampil di layar kaca pada malam atau dini hari untuk menyuguhkan berita di suatu program berita RCTI yakni Seputar Indonesia Malam (Sindo Malam). Program berita tersebut tayang pada Senin-Jumat sekitar pukul 01:00 atau 02:00 WIB.  Program berita yang berdurasi 30 menit ini dibawakan oleh Zurayda Salim, presenter berita yang juga aktif menggunakan media sosial twitter baik untuk menyampaikan program beritanya, saat dia liputan, maupun sekedar berinteraksi di twitter bersama teman-temannya.
Akun twitter Zurayda Salim yaitu @zuraydasalim1 dengan pengikut (follower) sebanyak 13.256 hingga Kamis, 25 April 2013 jam 9 malam. Dia sendiri hanya mengikuti (follow) 54 akun twitter lainnya dan dia sudah menulis tweet sebanyak 3.217 kali. Beberapa postingan-nya di twitter cukup beragam, mulai dari sekedar bercengkrama dengan teman-temannya khsusnya dengan kru RCTI, mengabarkan program berita yang dibawakannya, melaporkan saat dia liputan ke lapangan, ataupun sekedar balasan dari para fans atau penggemarnya melalui mention.
Selama sepekan lalu mulai hari Jumat, 19 April 2013 hingga Kamis, 25 April 2013 dia sudah memposting sebanyak 34 tweet. Percakapan dia di twitter paling banyak dijumpai pada Jumat pekan lalu (19/4/2013) sebanyak 12 kali di mana isi tweet-nya bermacam-macam. Berawal dari postingan dia tentang promosi program berita Sindo Malam yang biasa dia bawakan pada dini hari. Tentu saja, untuk meningkatkan rating program berita yang dibawakannya, maka salah satu cara dengan melalui twitter. Apalagi Zurayda cukup eksis di media sosial tersebut.
Dari postingan awal pada Jumat, 19 April 2013 itu mendatangkan respon dari sejumlah akun twitter lainnya dengan me-mention ke twitter Zurayda. Berikut adalah tampilan sejumlah transkip tweet dari @zuraydasalim1 pada Jumat pekan lalu mulai dari yang paling update saat itu nomor 1 hingga postingan paling awal pada nomor 12:
Ga masalah mereka meragukanmu saat ini. Tapi saat kamu sukses mereka akan percaya kalau kamu adalah pribadi yang HEBAT !
 Di-retweet oleh ZURAYDA SALIM (ZEDA)
Liputan dilapangan *merenung.., Begitu banyak rakyat kecil menderita di.negeri ini*!! Memanfaatkan moment untuk berbagi dan bersyukur :')
Yuk!! Sbtu pulang :) @Ceria_Alshi: @zuraydasalim1 alhamdulillah baik juga..kapan ke surabaya kangen ngerumpi sambil maem bakso..hehehehe :)
Hi made,tambah enduut ye.., @igustimade1: @zuraydasalim1 skrg RCTI yo?"
Hai dear,alhmdlilah baik,pa kbr kamuh? @Ceria_Alshi: @zuraydasalim1 apa kabar??tambah cantik aja :)"
Temen-temen yg mau gabung di redaksi RCTI sbg reporter, mari datang ke jov fair di IBX 2013, di Balai Kartini. See youuu.. :)
 Di-retweet oleh ZURAYDA SALIM (ZEDA)
Semangat!! My dear U can do it! “@FatinSL: Doain aku sama peserta lainnya bisa nampilin yg terbaik ya hari ini,terimakasiiiih!😘”
Berita yg utama “@hotmir7285 @zuraydasalim1 ditanya doi nih @Andrian_NoLast: Sindo malam yg gw liat Zurayda Salim,Beritanya kelaut aja”
U're welcome @dedhitprakoso: @zuraydasalim1 halo Kak, re-take sekali lagi ya red carpet ASI nya hehe, thanks keren hasilnya. :)"
Thnx 4 watching @SindoRCTI Malam :)
Thnx 4 watchng @posma07: Wajah optimis @zuraydasalim1 .. Pengen seperti dia,hop,hop,hop pic.twitter.com/HljMNQPOa4"
Korupsi di Indonesia semakin parah!! Anggaran pendidikan 2013,sasaran empuk Koruptor!! Saksikan penelusuran @SindoRCTI Malam pk.01.57 Wib
Zurayda tidak hanya mengirim tweet dan membalas tweet (reply) saja, tapi dia juga me-retweet postingan akun twitter orang lain yang mungkin saja menurut dia menarik. Selain itu, dia juga menjawab mention dari akun orang lain ke twitter-nya. Pada hari selanjutnya hingga Kamis, 25 April 2013, tweet-nya didominasi dengan percakapan biasa atau interaksi sosial dengan teman-temannya di twitter. Berikut adalah transkip tweeter-nya dari 20-25 April 2013 (urutan nomor 1 berarti tweet paling update):
Libur dulu cuti :) "@Anumu_ID: Sudah beberapa tengah malam tdk melihat @zuraydasalim1 , kmn ya dia ?"
Ikuti rangkaian Roadshow #RCTIOKE di Surabaya! 25 Apr: @SindoRCTI Goes To Campus Univ. Airlangga | 26 Apr: @SindoRCTI Goes To Campus UPH Sby
 Di-retweet oleh ZURAYDA SALIM (ZEDA)
Bagus ko, trmksih ya @tholhah_Zaryab: salah satu kartini masa kini,maaf ka zeda kl kurang bagus... cc @zuraydasalim1 pic.twitter.com/7CfUM50kKH"
*krik.krik ;) @DokterSolusi: Saat orang2 pd mengagumi boy/girlband, saya lebih memilih mengagumi presenter berita RCTI ini @zuraydasalim1"
Makasieh ya ;) @azzuth: Ka @zuraydasalim1 ini 1 lg, ava nya pic.twitter.com/hqWpYNtEZH"
Wow Nice! Thankyou ;) @azzuth: @zuraydasalim1 ini avatar buat ka zeda :) pic.twitter.com/yL8yaykJ8V"
:D "@ade_yudian: Inginnya satu frame tp ga bisa @zuraydasalim1: Hahaha @ade_yudian: Sesuatu yg di sengaja itu ... http://m.tmi.me/SP6Nt "
Hahaha.. "@ade_yudian: Sesuatu yg di sengaja itu :) RT @zuraydasalim1: Hiii.., @ade_yudian Dibelakang foto pict.mu ad penampakan tuh"
To be honest, you're the only one I've ever spent this much time and effort on.
 Di-retweet oleh ZURAYDA SALIM (ZEDA)
Hiii.., @ade_yudian Dibelakang foto pict.mu ad penampakan tuh
Cc: @rubymadjid “@luthfialawi: @zuraydasalim1 mba 2014 ikut nyaleg gak?,kalau di dapil saya pasti menang,terpukau dengan suara nya
Itu ud jelek “@Virdaussanz: mbak @zuraydasalim1 klo siaran sekali2 agak jelek dikit napa? kan bosen jg ntonnya klo cantik mulu.. :O”
Thankz 4 watching 2 SISI @OfficialRCTI
Just because we haven't been talking, that doesn't mean I haven't been thinking about you all the time.
 Di-retweet oleh ZURAYDA SALIM (ZEDA)
Ternyta ad bahya dbalik keindahn seni tato,simak DuaSisi Pkl.16.00sore in with @zuraydasalim1 di @OfficialRCTI pic.twitter.com/GDSxKBDJXv
 Di-retweet oleh ZURAYDA SALIM (ZEDA)
Selamat Hari Kartini WANITA INDONESIA :) http://twitpic.com/ckv7g2 
Gantengnya..!! ;) @IsyanaBagoesOka: Gyan uda kaya anak gede pake bajunya @kiddystory :) pic.twitter.com/QQzTZs6ftg”
Seni Tato memang indah tapi jika tdk sesuai standard? #DUASISI DI BALIK KEINDAHAN TATO w/ @zuraydasalim1 sore ini 16.00 wib @OfficialRCTI
 Di-retweet oleh ZURAYDA SALIM (ZEDA)
Selamat pagi dan selamat berakhir pekan idolaku om @ariyoardi dan juga pak @AriefSuditomo koko @MrTjandra dan tante @zuraydasalim1 :-D
 Di-retweet oleh ZURAYDA SALIM (ZEDA)
:) @AdeCuit: baru nemu twitter'nya mb zurayda >> @zuraydasalim1 << asli ng'fans bnget. pling suka ng'liat mb zuraida siaran. kereen n_n"
Thnx 4 watching @SindoRCTI Malam
Penggunaan media sosial memang ada dampak baiknya bagi seorang wartawan atau jurnalis khususnya bagi presenter berita untuk mempublikasikan program berita atau instansi pemberitaannya bahkan dirinya sendiri supaya eksis di dunia maya. Dengan demikian, khalayak yang juga aktif di media sosial bisa mengetahui perkembangan ataupun berbagai hal yang seorang wartawan tampilkan di media sosial baik sekedar berbagi informasi dan juga berinteraksi.
Hal itu juga mampu meningkatkan popularitas seorang wartawan dan juga instansi yang menaunginya supaya lebih dikenal lagi oleh khalayak yang memang notabene sudah melek media sosial. Semoga saja dengan perkembangan media sosial tadi tidak hanya sebatas euforia saja bagi seorang wartawan melainkan juga bisa dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan bersama dalam hal berbagi informasi yang layak diketahui oleh khalayak.